November 28, 2011

Tentang saya

Ferina Meliasanti lahir di Subang, Jawa Barat. Ia menulis sajak, cerpen, esai, dan membuat drawing/ vignet dengan menggunakan nama pena: Fina Sato. Ia menyelesaikan studi di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan aktif di Arena Studi Apresiasi Sastra (ASAS) UPI Bandung, MnemoniC-gank mnuliz-, dan Komunitas Babad bumi. Ia pernah terlibat dalam pergelaran teater daerah dan modern, serta pernah belajar melukis di SOS, Baksil, Bandung. Semenjak 2003 mulai konsisten total dalam bidang kepenulisan dan pernah diundang mengikuti Writing Program Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) untuk bidang cerpen (2008), Temu Sastra Nasional MPU III (2008), Forum Sastra Indonesia Hari Ini: Jawa Barat di Jakarta (2010), Temu Sastrawan Indonesia ke-4 di Ternate, Maluku Utara (2011) dan Borobudur Writers & Cultural Festival (2012). Saat ini tengah menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Pendidikan Indonesia.


Beberapa karyanya pernah dimuat di Majalah Sastra Horison, Jurnal Sajak, Surat Kabar Dinamika, Pikiran Rakyat, Surabaya Post, Jurnal Sundih, Suara Pembaruan, Majalah Budaya Aksara, Lampung Post, Radar Bandung, Riau Pos, Tribun Jabar, Jurnal Sajak, dan lain-lain. Terhimpun pula dalam antologi cerpen, puisi, diantaranya Dian Sastro for President-End of Trilogy- (Insist Press, 2005), ROH (bukupop, 2005), Pagi di Buntiris (Selasar, 2005), Untuk Ibu (Selasar, 2005), Sebuah Kado Pernikahan (BABADpress, 2005), Dilarang Menangis! (Kakibuku, 2005), Kolaborasi Nusantara dari Banjarbaru (Gama Media, 2006), 142 Penyair Menuju Bulan (KSSB, 2006), Ode Kampung (Rumah Dunia-Banten, 2006), Opera Zaman (Grafindo Litera Media, 2006), JOGJA 5,9 SKALA RICHTER (Bentang Pustaka, 2006), Herbarium (Pustaka Pujangga, 2007), Ketika Mei Bernyawa Dua (Rayakultura, 2007), Nyanyian Para Kelana (ASAS dan KSSB, 2007), 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008 (Gramedia Pustaka Utama, 2008), IBUMI: Kisah-kisah dari Tanah di  Bawah Pelangi (I: boekoe, 2008), Tangga Menuju Langit (DISBUDPAR JABAR dan Wahana IPTEK Bandung, 2008), Antologi Puisi Berbahasa Daerah - Sunda, Cirebon, Betawi-Melayu, dan Indonesia (DISBUDPAR JABAR, 2008), Wajah Deportan (Komunitas Teras Puitika & AUK, 2009), Jalan Menikung ke Bukit Timah – Antologi Cerpen Temu Sastrawan Indonesia II (Disbudpar Kepulauan Bangka Belitung, 2009), Berjalan ke Utara (Magma Insan Prima, 2010), Forum Sastra Indonesia Hari Ini – Jawa Barat (Komunitas Salihara, 2010), Ujung Laut Pulau Marwah – Antologi Cerpen Temu Sastrawan Indonesia III (Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, 2010), Negeri Anyaman – Cerpen Pilihan Riau Pos 2010 (Yayasan Sagang, Pekanbaru, 2010), Tuah Tara No Ate – Bunga Rampai Cerpen dan Puisi Temu Sastrawan Indonesia ke-IV (Ummu Press, 2011), Di Kamar Mandi – Kumpulan Puisi 62 Penyair Jawa Barat Terkini (Komunitas Malaikat, 2012), dan Diverse (CreateSpace, 2012).


Beberapa penghargaan yang pernah diraih diantaranya, masuk dalam nominasi 5 besar pemenang Lomba Menulis Cerpen Dilarang Menangis tingkat Mahasiswa se-Jawa dan Bali (2005), Pemenang III Lomba Menulis Cerpen Hari Bahasa Ibu Internasional (2006), Pemenang Cerpen Terbaik I untuk cerpen “Baping” dan “Bujang nan Pergi” masuk 13 besar Pilihan Antologi Cerpen pada Festival Film Pendek dan Antologi Cerpen UNISBA (2006), nominasi pemenang lomba menulis cerpen pada Pekan Baca Tulis ITB (2006), Pemenang I Lomba Cipta Cerpen Satrasia UPI Bandung kategori umum (2006), Pemenang III Lomba Mendeskripsi Koleksi Museum Tingkat Mahasiswa se-Bandung Raya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat dan Museum Sribaduga (2006), Pemenang Puisi Terbaik III tingkat nasional Krakatau Award Dewan Kesenian Lampung (2006), nominasi 15 pemenang harapan utama Lomba Menulis Cerpen Remaja LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD (2006), Pemenang Harapan III Sayembara Penulisan Puisi Remaja Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta (2006), 20 nominasi pemenang puisi Lomba Cipta Puisi Ultah I Fordisastra (2007), nominator Anugerah Sastra Pena Kencana 100 Puisi Indonesia Terbaik (2008), Pemenang Puisi Terbaik II tingkat nasional Laman Cipta Sastra Dewan Kesenian Riau (2008), Pemenang Harapan III Lomba Menulis Puisi berbahasa Sunda, Cirebon, Melayu-Betawi, dan Indonesia yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat (2008), dan Pemenang Harapan II Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Tingkat Nasional dalam rangkaian acara Bulan Bahasa dan Sastra 2012 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2012).

No comments:

Post a Comment

Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi

Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...