September 27, 2012
Largisimo
partitur patah
pelan-pelan
not-not lelah
suaramu payah
di ruang tak beratap
kau selalu asyik bersenandung
kala badai menjadi nisbi
dalam perhitungan masehimu
aku mengendap
melalui saraf-sarafmu
pulas pada kanvas
bunga matahari yang konyol
sulur-sulur akar
pelepah kambium rontok
seperti helaian rambut merahmu
menantang api matahari
waktu tua, tua waktu
tak habis-habis mulutmu
mengikis
parit-parit lidah
wajah pecah
di pinggir kali
mungkin dermaga
kian lekat kau meratapi
sepi
bumi singgah,
2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi
Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...
-
Ferina Meliasanti Mantap Memilih Bidang Sastra*) photo by langgeng prima anggradinata Kecintaannya terhadap dunia sastra menjadikan ...
-
berjengkal-jengkal tanah, semuanya masih rahasia bait-bait telibun pembawa Muli Putri dari surga dengan alunan serdam ditiup sehedi ke ...
-
Seppuku Awalnya saya akan bunuh diri hari ini. Tetapi tiba-tiba niat itu terhenti karena kedatangan suatu lintasan berupa ingatan. In...
No comments:
Post a Comment