September 27, 2012
Langgam hingga Pagi
seperti malam-malam sebelumnya
terlalu banyak kau berkaca
mata bening. lampu hijau. lalu
suaramu kian parau
berhati-hatilah
wajah seperti topeng
yang diapit mulut penari. pupur.
takut matahari. sandiwara yang kau sutradarai
jadi langgam perjalanan hantu-hantu
di gang-gang, di lorong-lorong
tanpa tiang
sehabis malam menenggelamkan
aurat mimpi-mimpi
ada skenario yang kau catat via sms. sampai
pula terkirim. terlalu banyak duka, katamu
tangis yang biasa. sajadah digelar
bagai tikar
di jalan-jalan trotoar. hangat.
mengembun
kata-kata yang tak usai.
sampai ke mana?
subuh terlalu rusuh untuk ocehanmu
yang luruh
bumi singgah,
2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi
Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...
-
Ferina Meliasanti Mantap Memilih Bidang Sastra*) photo by langgeng prima anggradinata Kecintaannya terhadap dunia sastra menjadikan ...
-
berjengkal-jengkal tanah, semuanya masih rahasia bait-bait telibun pembawa Muli Putri dari surga dengan alunan serdam ditiup sehedi ke ...
-
Seppuku Awalnya saya akan bunuh diri hari ini. Tetapi tiba-tiba niat itu terhenti karena kedatangan suatu lintasan berupa ingatan. In...
No comments:
Post a Comment