September 27, 2012

Hujan di Kotamu


seperti sudah lama dibiarkan berdebu
kota ini,
malam itu aku hanya
menyusuri kenangan
di jalanan usang
istirah abad tak bernafas
pagarpagar runcing
perjalanan buncing

lalu seru kabar hujan di kotamu
basahi ranah dan genting kering
kaumengira aku mencuri katakata
saat kita tersihir senja raya
ya, memang kucuri katakata
dalam baitbait sajakmu
yang usai terlalu cepat berkelebat

aku dikekalkan angin yang berseru lantang:
“purnama tak berdosa!”
“purnama tak berdosa!”
dan mengapa kepulangan kita
harus berakhir di malam hari?

senja bermantra kudus
diamdiam berbisik licik
pada mulut dan hati sunyi

seperti sudah lama dibiarkan berdebu,
kenangan kita tetap mengabu
juga seperti hujan yang tibatiba turun
di kotamu



bumi singgah,
2005-2006

No comments:

Post a Comment

Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi

Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...