September 27, 2012
Lumbung Parau Duka
selalu ada kegelisahan yang
menghantarkan lantunan suaramu di balebale
aku masih menunggu walaupun duka
mengerubung limbung
Ada yang harus lindap pada malam ini
ketika jejak langkahmu kutahu takkan berujung
yang melulu berkeluh dan parau
seperti suling sumbang dideru ombak
selalu ada angin yang mengusap
air mataku untuk anak-anak pasir yang
tertindih perih jeritan pilu
tak perlu kembali bila
masih menyisakan sesalan yang
tak pernah sekali pun aku menjawabnya
udara pun akan diam apabila
hujan tak mengirisnya sendu
senja datang dan pergi
begitu pula dengan pagi yang tercenung
saat sosokmu menari dalam mimpi
dan bertelanjang perih
2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi
Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...
-
Ferina Meliasanti Mantap Memilih Bidang Sastra*) photo by langgeng prima anggradinata Kecintaannya terhadap dunia sastra menjadikan ...
-
berjengkal-jengkal tanah, semuanya masih rahasia bait-bait telibun pembawa Muli Putri dari surga dengan alunan serdam ditiup sehedi ke ...
-
Seppuku Awalnya saya akan bunuh diri hari ini. Tetapi tiba-tiba niat itu terhenti karena kedatangan suatu lintasan berupa ingatan. In...
No comments:
Post a Comment