September 27, 2012
Pada Sebuah Kenangan
:cecep syamsul hari
pada sebuah kenangan,
kita tak pernah berkata apa-apa
hanya perjalanan panjang yang melulu berkeluh dan letih
adakah segumpal perjanjian yang terselip ketika hujan ledang
pada ranah tuan puan yang tersekat jejaring kebisuan yang mendalam
mungkin pada ucapanmu, aku merangkak meratapi perpisahan kita
malam tak pernah berjanji kepada matahari untuk menjemput
begitu juga dengan kata-kata yang sempat tersangkut pada carik-carik
kertas yang kau jadikan pembungkus perjalanan panjang tanpa lambaian
sisa-sisa keruntuhan jejak langkahmu, menderu membayang kelam
tak harus diakhiri sampai di sini saja
aku masih menunggu sebuah kenangan lagi yang kau rajut
pada batang kulit pohon yang mengeras dan
getah sapaan yang lekat masih kusimpan di kantung nyanyian sunyi
membumikan persoalan-persoalan yang terhenti mendadak lalu
limbung di tengah jalan kita
tak harus diakhiri seperti batu-batu sungai yang menunggu
deras arus sejarah kita yang tenggelam dan terdiam
2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi
Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...
-
Ferina Meliasanti Mantap Memilih Bidang Sastra*) photo by langgeng prima anggradinata Kecintaannya terhadap dunia sastra menjadikan ...
-
berjengkal-jengkal tanah, semuanya masih rahasia bait-bait telibun pembawa Muli Putri dari surga dengan alunan serdam ditiup sehedi ke ...
-
Seppuku Awalnya saya akan bunuh diri hari ini. Tetapi tiba-tiba niat itu terhenti karena kedatangan suatu lintasan berupa ingatan. In...
No comments:
Post a Comment