September 27, 2012

Sajak Hujan + Malam


hujan malam sajak kita
seperti senja yang enggan berlari
pada tanah kota yang merah

hujan malam sajak kita
gerimis yang menangis di ujung gang
dan embun pada puting nanas rekah
di sela rintihan kandang kuda
kita tak pernah kehilangan apaapa
hanya kata yang tersangkut di mulut kalut

meramu mantra kata pada malam mistis
bagai tebing makam yang terkikis
karena sajak kita tak buta
pancaraka di medan telaga bara
sampuk kesunyian jejak gagak

hujan malam sajak kita
tak ucap kabar berita
ketika purnama paripurna
jarijari tuah hanya berkisah


2005

No comments:

Post a Comment

Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi

Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...