September 27, 2012

Prelude to April*)


di kotaku tak pernah berhenti hujan
seperti matamu yang tak henti menangis
karena kotamu adalah laut
menggenang segala kenangan yang
berlabuh pada usia yang semakin tua

karena kotaku adalah gunung
yang menjulang menembus kelam tangismu
kau tahu, kita masih bermain dalam mimpi
cerita dongeng nenek moyang yang
berlayar di lautmu lalu lindap

duka maha luka
pada derita retak tanah yang memamah
setiap jiwa dan ruh yang terlentang
(mereka bilang) :seperti sampah
tapi kisahmu belum selesai
di pantai masih penuh bangkai

seperti catatan duka sejarah
yang semakin jatuh ke tanah


Bumi singgah,
April 2005



*) terilhami dari judul karya Yngwie Johann Malmsteen dalam Concerto Suite. Minor Op.1

No comments:

Post a Comment

Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi

Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...