September 27, 2012
Selepas Melihat Lukisan AZ
Bukankah kau? Tumbuh dari sulur-sulur asap rokok.
Gumpal kata yang meloncat-loncat di kepalamu. Atau
akar tumbuh menyembulkan batang ranting dan daun.
Bukan binatang liar yang terbuang dari kumpulan di
masa perang negeri yang belum jadi cat kusam muram
Kematianmu tak pernah selesai. Menjadi warta angin
pada masa-masa yang tak henti dikukuhkan. Antara hidup
dengan dunia dengan kata dengan sajak bagian konon zaman
“Aku terlalu mencintaimu!” Kau membuncah di dada
dalam ideologi menempel di dinding ruang kerja
membingkai selayak sunyi dalam waktu paripurna
bumi singgah,
2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi
Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...
-
Ferina Meliasanti Mantap Memilih Bidang Sastra*) photo by langgeng prima anggradinata Kecintaannya terhadap dunia sastra menjadikan ...
-
berjengkal-jengkal tanah, semuanya masih rahasia bait-bait telibun pembawa Muli Putri dari surga dengan alunan serdam ditiup sehedi ke ...
-
Seppuku Awalnya saya akan bunuh diri hari ini. Tetapi tiba-tiba niat itu terhenti karena kedatangan suatu lintasan berupa ingatan. In...
No comments:
Post a Comment