September 27, 2012
Hikayat Gugus Daratan
dari batubatu. di jejakjejak lautan dan pantai,
anakanak raja membangun
bagan. di arus sungai, sampan
mengayuh jalai ke tepian. disapa
murai.
lalu berkumpul rapat
di bukit batu darat dengan bau karet di
belakang rumah dan pinang raja yang tak sempat
dijinakkan. tak sepekan. di tanjungpinang, senja
menjelma riak buih yang tertatih perih. yang
sempat terjajah senapan, meriam
dari sisa kelimut sejarah memuram
ketika hutanhutan masih perawan
dan basah,
rawarawa dan paya membisu
dimana mengalir dara gemurai dari
lurah yang bersimbah. geronggang dan
jelutung masih bersenandung. jeram
melanggam udara, menari
gaung di guagua.
bukankah kau harus segera bergegas?
sebelum hutanhutan ditampis
kikis dan gajahgajah kehilangan arah
dan sungai siak labuh beriak
karena rumahrumah di atas huma
semakin alpa,
pun laut semakin sepi sepanjang musim.
dan hujan
turun di tanahtanah hutan. kini orangorang
menepi dari pesisir. membuka ladang. dan
reranting damar semakin samar
oleh jampijampi belati. nipah semakin lelah.
lalu orangorang mulai menuliskan cuaca
menjadi jarak
bagi laut dan darat dalam almanak.
tengoklah ke perigi!
perempuanperempuan membasuh diri
sebelum petang
bersijingkat di jenjang tangga
menuju selasar bangsal bertonggak dengan sirap
rumbia yang selalu memberi hangat
tak ada siasat.
long tih, bertandanglah pula ke telo
dapat kau tengok asap dapur masih
mengepul
tanpa tabir, tanpa bilik
kau bisa mencicip wangi gaharu jadi abu
larut dalam rindu ranah berhulu
tasiktasik mistik adalah legenda cinta
dari rajaraja
di bukitbukit berbunga
lalu dewadewa yang singgah
di hutanhutan basah
memayungi rimba, muara, dan ladang
dari jembalang
dengan tangkaltangkal di lengan
dan nelayan sibuk berburu di lautlaut sendu
ketika ikanikan tertidur dalam badai
di pulau midai
sedangkan di tepian tanjung
kau mungkin hendak menjala rindu
bersama waktu
bumi singgah,
2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi
Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...
-
Ferina Meliasanti Mantap Memilih Bidang Sastra*) photo by langgeng prima anggradinata Kecintaannya terhadap dunia sastra menjadikan ...
-
berjengkal-jengkal tanah, semuanya masih rahasia bait-bait telibun pembawa Muli Putri dari surga dengan alunan serdam ditiup sehedi ke ...
-
Seppuku Awalnya saya akan bunuh diri hari ini. Tetapi tiba-tiba niat itu terhenti karena kedatangan suatu lintasan berupa ingatan. In...
No comments:
Post a Comment