September 27, 2012

Tentang Shaum, 1


Bukan tentang satu purnama terlewat lalu
melupa kidung laitul qadar dalam getar hati
bukankah setiap persoalan mempunyai hakikat
tersendiri? Dalam diri dalam semesta dalam tiada
bukan pula soal materi—tentang nasi, lauk-pauk,
sebiji kurma, kolak pisang, kolang-kaling—membuat
orang-orang semakin berpusing. Memilah, memilih,
bermacam-macam, berjenis-jenis, merauplah!

Dirauplah!

Merupakan perjalanan bagi keselamatan, kesehajaan,
keimanan yang hakiki. Itulah hadir dalam doa, hajat bersama
bagi kaum papa dalam setiap rukuk setiap sujud setiap wujud
namun dalam setiap wujud ada rupa ada lupa
semakin dekatkah angka-angka dalam almanak? Tak ada!
Karena Kau yang memiliki waktu berputar bertahun-tahun
beradad-abad dalam genggam Maha Tamam.

Dirauplah!



bumi singgah,
2006

No comments:

Post a Comment

Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi

Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...