September 27, 2012
Tentang Shaum, 2
Tuan, aku kembali menjejak di sini. Rindukah ini?
Dalam hitungan waktu, jam-jam yang berdzikir segera
kulumat udara dan ruh yang hampir luruh. Dosa memang
pernah berakar dari jisim ringkuh yang lusuh. Di langgar
setiap tarawihku adalah doa dari ada dari jejak dari sesak
air mata yang tak pernah sampai padamu.
Tuan, aku kembali menjejak di sini. Rindukah ini?
Dalam hitungan hayat, zakat dari dunia yang semakin
fana. Ada yang tak bisa terucap berdecap-decap di katup
bibir ketika ayat-ayat membaca siang malam dalam dahaga.
Di langgar setiap lirihku menjadi gelap yang paling pekat
dari dosa dari lupa dari doa yang akan sampai padamu....
bumi singgah,
2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi
Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...
-
Ferina Meliasanti Mantap Memilih Bidang Sastra*) photo by langgeng prima anggradinata Kecintaannya terhadap dunia sastra menjadikan ...
-
berjengkal-jengkal tanah, semuanya masih rahasia bait-bait telibun pembawa Muli Putri dari surga dengan alunan serdam ditiup sehedi ke ...
-
Seppuku Awalnya saya akan bunuh diri hari ini. Tetapi tiba-tiba niat itu terhenti karena kedatangan suatu lintasan berupa ingatan. In...
No comments:
Post a Comment