September 27, 2012

Kembali ke Rumah


senja sergap hutan cemara
dalam dua purnama terlupa, aku
masih diam
tak ada ingatan dan rindu
biduk laju tanpa layar
coba cabik angin angin demi malam
kelam menenggelamkan pasarpasar
menjadi kidung azan kelelawar
tokotoko diam
kioskios pejam
lalu lalang sejarah orangorang pedalaman
dihardik perutperut lapar
menagih janji perdamaian
lalu tinta tumpah di rodaroda becak
peluh keringat

lalu aku tiba di tubir pintu depan
sementara kesunyian menghalau
tak ada airmata
tak ada luka
mungkin aku alien di sudut galaksi
sepi
dan singgah di kota mati
melawat pernikahan mayatmayat



rumah,
24 September 2005

No comments:

Post a Comment

Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi

Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...