Jakarta - Sastra Indonesia menghadirkan dua media baru, yaitu Jurnal Sajak dan Jurnal Kritik, diluncurkan pada Selasa (3/5) lalu, di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
Kedua jurnal tersebut diterbitkan oleh The Intercultural Institute, lembaga nirlaba kebudayaan dan kesustraan, berkerja sama dengan Komodo Books.
Kedua pengelola kedua jurnal tersebut adalah sastrawan yang sudah cukup terkenal, yaitu Jamal D. Rahman, Acep Zamzam Noor, Al Azhar, Agus R. Sarjono, Ahmad Syubbanuddin Alwy, Berthold Damshäuser, dan Tugas Suprianto.
Jurnal Sajak pada edisi perdananya mengangkat tema “Puisi Perempuan, Perempuan Puisi” yang memuat tulisan Dorothea Rosa Herliany, Djoko Pinurbo, dan Ian Campbell. Dan juga memuat puisi karya Evi Idawati, Fitri Yani, Fina Sato, Oka Rusmini, Pranita Dewi, Pradewi Tri Chatami, dan beberapa terjemahan karya para penyair perempuan Pemenang Nobel Sastra.
Jurnal Kritik pada edisi perdananya mengangkat tema “ Dari Khazanah Estetika Nusantara” memuat tulisan karya Abdul Hadi W.M., Andy Fuller (Universitas Tasmania, Selandia Baru), Ian Campbell (Universitas Sidney, Australia), Jacob Sumardjo, Jamal D. Rahman, Stefan Danerek (Universitas Lund, Swedia), Sunu Wasono, dan Zen Hae.
Jurnal Kritik adalah sebuah upaya untuk mengisi kekosongan media bagi kritik, kajian, dan ulasan sastra. Diharapkan dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan minat dan khazanah kesarjanaan dalam arti seluas-luasnya di bidang sastra. “Dengan Jurnal Kritik, semoga para sarjana setidaknya memiliki sebuah ruang yang cukup leluasa untuk mengekspresikan pemikiran dan tanggapan mereka atas teks-teks sastra, khususnya sastra Indonesia.
Sumber: www.indonesiatoday.in
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jurnal Sajak: Puisi Perempuan, Perempuan Puisi
Episode Fetus Kata mereka, angka-angka bising dari mulutmu Kau tumbuh dari rahim ibu yang belum sempurna Tanganmu menjelma tunas...
-
Ferina Meliasanti Mantap Memilih Bidang Sastra*) photo by langgeng prima anggradinata Kecintaannya terhadap dunia sastra menjadikan ...
-
berjengkal-jengkal tanah, semuanya masih rahasia bait-bait telibun pembawa Muli Putri dari surga dengan alunan serdam ditiup sehedi ke ...
-
Seppuku Awalnya saya akan bunuh diri hari ini. Tetapi tiba-tiba niat itu terhenti karena kedatangan suatu lintasan berupa ingatan. In...
No comments:
Post a Comment